Langsung ke konten utama

NHW #3 MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

NHW #3
                                                                                                     
Bismillahirahmanirahim

Assalamualaikum.wr.wb.

Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk mengerjakan tugas matrikulasi di sela-sela kesibukan tugas sebagai istri dan ibu.

NHW 3 yaaa, yang kata adik ipar saya adalah NHW baper nasional,..
Tarik nafas dulu ah... perbanyak istighfar, minta di kuatkan, sesungguhnya NHW 3 ini bikin deg-deg-serr bikin pompa jantung mengalirkan darah lebih cepat :D nice homework yang diawali dari membuat surat cinta, setelah sekian purnama tidak pernah menyentuhnya kini harus mengalirkan rasa melalui sepucuk surat.

  • Respon suami saat membaca surat cinta : Bahagia level 3 (1-5) kenapa bahagia level 3 ? karena menurut beliau membuat surat cinta itu sesuatu yang unik setelah sekian lama berumah tangga tidak ada aktivitas surat menyurati, dan kenapa levelnya tidak sampai 5? karena eh karena isi suratnya "B" saja alias terlalu biasa untuk seorang suami saya meskipun isi surat itu adalah ungkapan cinta dari relung hati yang terdalam :( huhu... seketika menitikan airmata menangiiisss sejadi-jadinya... berasa surat cintaku tak berguna, sia-sia, percuma dan kalimat negatif lainnya yang membuat diri ini "down". Saat itu juga suami memeluk, mengungkapkan cinta, memotivasi, memperbaiki isi surat dan tak lupa mengecup manja agar si istri merasa tenang... Alhamdulillah dengan lapang dada dan ikhlas akhirnya mengerti dengan respon suami, yang salahnya saya adalah ketika di awal menulis surat sudah berekspektasi bahwa suami akan bahagia, terharu makin cinta dsb ketika membaca surat tapi tenyata biasa saja... Intinya jangan terlalu HIGH EXPECTATION dan harus mengerti sifat suami apakah menyukai ungkapan cinta melalui surat atau secara lisan ?! dan sepertinya ada yang salah dengan ungkapan surat cinta saya. :D
  • Potensi anak-anak 
    • Muhammad Gabriel Ummam (5thn) : Introvert, anak lelaki yang tidak mudah bersosialisasi, senang bermain sendiri, mempunyai imajinasi yang baik ketika di tuangkan dalam bentuk gambar, cepat tanggap dalam belajar hal baru, ber-empati terhadap sesorang yang di kenalnya, senang bermain didalam dirumah
    • Muhammad Mikail Al-haq (21 bln) : Ekstrovert, balita yang sangat mudah bersosialisi, mudah akrab dengan orang asing, bahagia bila bermain dengan banyak orang, cepat tanggap ketika mengikuti perintah, tumbuh kembang dengan baik, senang bermain di luar rumah.
  • Potensi diri
    Pembelajar, selalu ingin belajar hal baru, pekerja keras, energik, perasa alias mudah menangis, mudah ber-empati, mudah bersosialisasi, bahagia ketika berada di suasana hening, sepi.. mencintai dan menyukai kegiatan memasak, dunia kesehatan, menghasilkan karya, tantangan, dan sedang tertarik dengan literasi.
    Dengan menggali potensi diri saya Allah menghendaki saya sebagai seorang istri dan seorang ibu yang kuat, berani, tidak lemah, selalu belajar dari setiap keadaan dan mampu melaksanakan kewajiban sebagai istri serta menjaga mendidik amanah Allah sesuai dengan syariatnya.
  • Lingkungan
    Kami bertempat tinggal di lingkungan yang dekat dengan orangtua (mertua), di kelilingi saudara-saudara dari suami, di lingkungan ini yang rata-rata penghasilan per kepala rumah tangga adalah di bawah rata-rata artinya ada beberapa RT yang kurang mampu atau bekerja serabutan karena tingkat pendidikannya yang rendah. Tantangan yang saya rasakan ketika "hidup" dilingkungan ini adalah menjaga anak-anak dari "bahasa yang tidak beradab", menjaga dari pergaulan yang tidak sesuai dengan syariat agama, dan ketidakharmonisan antar tetangga (selama sy disini ada beberapa kali "insiden/perbuatan di luar norma dan akidah" antar tetangga sampai saat ini pun kami tidak merasakan keharmonisan dalam bertetangga..
    Dengan melihat lingkungan seperti ini saya menangkap maksud Allah menghadirkan saya dan keluarga tinggal disini adalah suatu saat bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat (karena saat ini saya sedang merintis UKM di rumah dalam bidang kuliner), dan suatu saat saya mempunyai mimpi kelak anak-anak saya bisa membawa perubahan pergaulan yang sesuai dengan syariat agama di lingkungan tempat kami tinggal... Allahumma aamiin. Istajib dua'na Yaa Allaah..

    Wassalamualaikum warhamatullahi wabarakatuh.

    Cindra dwi asmara

    #NHW3 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NHW #5 Matrikulasi IIP Batch #7 Bandung-1 Bismillahirahmanirahim Assalamualaikum. wr.wb Alhamdulillah sudah sampai tugas  NHW #5 dengan judul "Belajar Bagaimana Caranya Belajar" pertama kali baca kalimatnya sempat bingung, butuh konsentrasi dan berfikir keras untuk menerjemahkannya dan menuangkan dalam sebuah desain pembelajaran. Berikut saya lampirkan desain pembelajaran Learning How To Learn "Cindra As a Mompreneur"
NHW #8 MATRIKULASI IIP BATCH #7 BANDUNG-1 *MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS* _Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional_ Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif. Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita di mata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta. *Be Professional, Rejeki will Follow* Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan keberma...
#NHW9 Program Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch #7 Bandung-1 BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama. Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat. Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena  “mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi”,  Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan akan terbentuk perubahan 1 ge...